Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Refleksi Terbimbing

Refleksi merupakan elemen kunci untuk menggali nilai kekuatan dan kelemahan diri sendiri secara kritis. Dengan demikian, murid bersama guru akan mengetahui dan merenungi proses kegiatan pembelajaran.

Refleksi bersama perlu melibatkan murid, tidak semata dilakukan oleh guru. Refleksi adalah kegiatan pemberian umpan balik atau penilaian dari murid terhadap guru setelah mengikuti serangkaian proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu.

Andi Arfianto, guru Matematika kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, menerapkan kegiatan refleksi terbimbing untuk mengevaluasi dan mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran Matematika yang sudah terlaksana selama sepekan beberapa waktu yang lalu.
Menurut Andi, kegiatan refleksi terbimbing menjadi media untuk mendokumentasikan perasaan, gagasan, pengalaman, serta praktik baik yang telah selesai dilakukan. Murid dan guru terdorong untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.

“Refleksi menggunakan model 4F yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway, yaitu Facts (peristiwa), Feelings (perasaan), Findings (pembelajaran), Future (penerapan),” ujar Andi.
Andi menyebut ada tiga manfaat bagi murid terkait penerapan refleksi terbimbing. Pertama, ruang bagi murid untuk berpikir apakah pembelajaran yang selama ini dilakukan sudah maksimal, sehingga mereka dapat memikirkan langkah-langkah selanjutnya untuk meningkatkan prestasinya.

Kedua, sebagai ruang ekspresi positif murid terhadap guru mengenai proses belajar mengajar. Ketiga, dapat melatih keterampilan murid untuk menulis dan menyampaikan gagasan reflektif.
Selanjutnya, Andi menyampaikan langkah-langkah melakukan kegiatan refleksi terbimbing. Murid diminta menuliskan refleksi pada lembar kertas berwarna kuning yang sudah dibagikan.
Dimulai dari tahap peristiwa (Facts), menuliskan pengalaman atau peristiwa penting saat mengikuti pembelajaran Matematika selama sepekan. Terkait hambatan atau permasalahan yang dialami saat mengikuti pembelajaran dan solusi untuk mengatasinya.

Langkah selanjutnya adalah perasaan (Feelings). Murid menuliskan perasaan saat mengikuti kegiatan pembelajaran dan alasannya berdasarkan pengalaman yang dilakukan.
Langkah ketiga, yaitu pembelajaran (Findings). Murid menuliskan pemahaman materi pembelajaran yang sudah didapatkan, apakah bisa memahami secara utuh atau hanya sebagian saja.
Langkah terakhir, yaitu penerapan (Future). Murid menuliskan rencana tindakan untuk perbaikan setelah belajar dari peristiwa atau pengalaman yang sudah didapatkan.
Salah satu murid kelas IV, Amira Carabella Najwa Wibowo, merasa senang dengan kegiatan ini. Ia bisa menuliskan semua langkah refleksi dengan lancar.
“Saya bisa belajar menuliskan perasaan saya selama mengikuti pembelajaran Matematika,” pungkas Bella.

WhatsApp