Mengenal Kekayaan Budaya Solo

Sejumlah 84 siswa kelas tiga SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti outing class dengan mengambil tema wisata sejarah, Rabu (13/11/2019). Kegiatan ini merupakan salah satu program dari cluster IPS.

Dengan menggunakan armada bus tingkat wisata Mayapada, mereka mengunjungi dua destinasi wisata sejarah, yaitu Keraton Mangkunegaran dan Museum Keris. Alasan dipilihnya kedua tempat tersebut untuk mengenalkan lebih dekat tempat-tempat bersejarah di Kota Solo.

“Kami mengajak siswa berkunjung ke Keraton Mangkunegaran dan museum Keris agar siswa dapat mengetahui tentang sejarah keraton dan kekayaan budaya yang dimiliki Kota Solo,” ungkap Testa Nur Hardiyono, salah satu guru pendamping di sela-sela kunjungan.

Bagi beberapa siswa, ini merupakan pengalaman pertama masuk komplek Keraton Mangkunegaran.

Para siswa sangat penasaran dan antusias saat berkunjung ke keraton Mangkunegaran. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada pemandu wisata yang ada di keraton.

“Dari mana bahan bangunan untuk membangun Keraton Mangkunegaran? tanya Zulfikar. “Di mana Raja Mangkunegaran sekarang?” tanya Rakha. “Siapa nama panjang raja?” tanya Aura. Mereka memperhatikan setiap penjelasan yang disampaikan oleh pemandu wisata. Selama berkeliling di komplek keraton, mereka mendapatkan penjelasan mengenai bagian-bagian bangunan dan ruangan serta benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya.

Setelah itu kunjungan berikutnya adalah ke Museum Keris. Beberapa pemandu sudah siap menerima kedatangan siswa kelas tiga. Mereka dibagi menjadi dua kelompok putra dan putri. Siswa diajak berkeliling melihat berbagai macam koleksi keris dan tombak.

Selain itu, pemandu wisata juga mempraktikkan langsung bagaimana cara mencabut dan membawa keris pada saat acara tertentu. Misalnya, saat kematian keris diletakkan di belakang punggung dengan lurus. Saat maju perang keris diletakkan di depan.

Sebelum mengakhiri kunjungan, siswa diajak menonton film tentang pembuatan keris dan warangkanya. Perjalanan wisata sejarah ini diharapkan menjadi pengalaman bagi siswa kelas tiga.
Sumber : ust. @julie_ekowatie